Tentang Coin
Makadinah Coin
Makadinah Coin memperkenalkan dirinya bukan sebagai proyek mata uang kripto saja, melainkan sebagai protokol tingkat institusional pertama di dunia untuk melakukan tokenisasi terhadap seluruh rantai nilai ekonomi ibadah Haji dan Umrah. Proyek ini diposisikan sebagai inisiatif Aset Dunia Nyata (Real-World Asset/RWA) yang sesuai syariah, yang mendigitalisasi sebuah industri bernilai miliaran dolar yang tangguh dan memiliki arus kas positif. Sektor ini secara historis terganggu oleh inefisiensi sistemik, termasuk manajemen dana yang tidak transparan yang menyebabkan penipuan berskala besar, biaya transaksi lintas batas yang sangat tinggi, dan defisit kepercayaan fundamental yang memengaruhi jutaan jemaah di seluruh dunia.
Sebagai solusi, ekosistem Makadinah dibangun di atas tiga pilar utama: Makadinah Pay , sebuah gerbang pembayaran yang dirancang untuk penyelesaian transaksi yang efisien
menggunakan stablecoin yang didukung penuh; Makadinah Verify , sebuah ledger terdistribusi yang tidak dapat diubah untuk menciptakan kepercayaan dan transparansi mutlak dalam setiap transaksi; dan MKDN Coin , sebuah token utilitas yang berfungsi sebagai tulang punggung untuk tata kelola dan biaya layanan dalam ekosistem.
Peluang yang diberikan Makadinah berada di titik temu tiga tren global yang kuat: pertumbuhan eksponensial pasar tokenisasi RWA yang kini menarik institusi keuangan besar; industri
Keuangan Syariah senilai triliunan dolar yang secara aktif mencari aset digital yang sesuai dengan prinsip syariah 1; dan permintaan yang stabil dan non-diskresioner dari pasar jemaah
haji global. Dengan memecahkan masalah nyata dalam ekonomi yang tangguh, Makadinah bertujuan untuk menetapkan standar global baru bagi infrastruktur keuangan yang etis, transparan, dan efisien. Laporan ini mengundang mitra strategis untuk berpartisipasi dalam membangun masa depan keuangan yang sesuai syariah.
Potensi Pasar Miliaran Dolar yang Tangguh
Skala ekonomi yang terkait dengan ibadah Haji dan Umrah sangat besar dan terus berkembang. Pada tahun 2024, tercatat angka bersejarah lebih dari 18,5 juta jemaah Haji dan Umrah yang melaksanakan ibadah mereka, sebuah angka yang menunjukkan volume dan permintaan yang luar biasa di sektor ini. Analisis lebih lanjut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari negara-negara sumber utama. Jumlah jemaah Umrah yang datang dengan visa Umrah dari Pakistan meningkat 11% dari 1,48 juta pada tahun 2023 menjadi 1,65 juta pada tahun 2024, sementara India menunjukkan pertumbuhan 22% dan Irak mencatat lonjakan tertinggi sebesar 51% pada periode yang sama. Pertumbuhan ini tidak terbatas pada visa Umrah saja; kedatangan dengan visa lain (seperti visa kunjungan keluarga atau visa turis) juga meningkat sebesar 58% secara keseluruhan, dengan pertumbuhan luar biasa dari negara-negara seperti Uzbekistan yang mencapai 678%. Data ini mengonfirmasi adanya Total Addressable Market (TAM) yang sangat besar dan terus berkembang. Lebih penting lagi, pasar ini menunjukkan ketahanan yang unik. Berbeda dengan pariwisata
konvensional yang bersifat diskresioner dan rentan terhadap fluktuasi ekonomi, ibadah Haji dan Umrah adalah kewajiban agama bagi jutaan Muslim. Karakteristik non-diskresioner ini
menjadikan permintaan di pasar ini relatif stabil dan dapat diprediksi, sebuah atribut yang sangat menarik bagi investor institusional yang mencari vektor pertumbuhan jangka panjang yang tidak berkorelasi dengan siklus ekonomi pada umumnya.
